Postingan

Kompetisi Menggelar Kompetisi...

Setelah kita melihat penampilan gemilang Timnas U-23 di ajang SEA GAMES, kini kita disuguhi lagi tontonan "membosankan" dari para elite yang mengurusi sepakbola nasional. Ya, mereka berlomba-lomba untuk mengklaim kompetisi merekalah yang paling benar. Hasilnya, saat ini ada 2 kompetisi yang digelar di Indonesia. Pertama, kompetisi Indonesian Premier League (IPL). Kompetisi ini sudah bergulir sejak 15 oktober lalu. Rehat karena SEA GAMES, liga ini mulai lagi tanggal 26 November kemarin. Liga ini adalah liga yang dianggap sah oleh PSSI. Penyelenggaranya adalah PT Liga Prima Indonesia Sportindo. Jumlah pesertanya, awalnya adalah 24 klub, terus berkurang lagi menjadi 18 klub. Ini daftarnya: Persiraja Banda Aceh PSMS Medan Semen Padang Persib Bandung Persija Jakarta (Versi Hadi Basalamah) Persijap Jepara Persiba Bantul Persibo Bojonegoro Persebaya Surabaya Persema Malang Arema Indonesia (versi M.Nur) PSM Makassar Bontang FC Persidafon Dafonsoro Persiwa Wamena Persipura Jayapura Mi...

KALAH TERHORMAT...

"Football, a game in which everyone gets hurt and every nation has its own style of play which seems unfair to foreigners." (George Orwell) Tadi malam, kita semua bangsa Indonesia sudah menyaksikan bagaimana timnas U-23 bertempur habis-habisan melawan timnas Malaysia. Hasilnya ??? Garuda Muda harus takluk dengan skor 3-4 dalam babak adu penalti. Adu penalti harus dilakukan setelah kedua tim bermain imbang 1-1 selama 120 menit. Timnas Malaysia pun kembali menyabet medali emas setelah di tahun 2009 mereka juga merebut medali emas SEA GAMES. Tampak di layar kaca, wajah-wajah sedih dan ekspresi kecewa dari para pemain maupun suporter Indonesia. Juara umum tanpa emas memang ibarat sayur tanpa garam. Sepakbola juga dianggap sebagai hiburan yang menyatukan semua rakyat Indonesia. Sepakbola bisa sejenak melupakan berbagai polemik yang mendera negeri ini. Tragis memang, Timnas U-23 berhasil menguasai jalannya pertandingan. Mereka mencatatkan 58% ball possesion dan seringkali menganca...

SAVE OUR FOREST

Tulisan ini diinspirasi dari teman saya yang sangat tertarik terhadap upaya penyelamatan hutan. Seorang 'oknum' yang sering menyoroti kerusakan hutan yang diakibatkan oleh beralihfungsinya hutan. Tentu saja hal itu sangat benar melihat kondisi hutan Indonesia di masa kini. Menurut data Kementrian Kehutanan, laju kerusakan hutan di Indonesia adalah 1,08 juta hektar per tahun. Dengan jumlah tersebut, luas hutan di Indonesia yang rusak telah mencapai 65 juta hektar atau 50% dari seluruh luas hutan di Indonesia. Dengan kondisi tersebut, hutan Indonesia telah masuk dalam kondisi kritis. Penyebabnya tentu saja adalah penggundulan hutan yang tidak terkendali. Data Walhi menyebutkan, penebangan liar di Indonesia per tahun mencapai 24 juta meter kubik. Jumlah tersebut merupakan angka yang fantastis. Sedangkan operasi yang dilakukan pemerintah untuk menanggulangi pembalakan liar baru menyentuh angka 8,7 %. Jadi yang baru terjangkau operasi pemerintah 8,7% dari 24 juta meter kubik, coba h...

PAHLAWAN

Tepat 66 tahun lalu, para pejuang kemerdekaan Indonesia bertempur habis-habisan melawan pasukan asing yang berniat menguasai kembali Indonesia. Pertempuran yang terjadi di Surabaya tersebut tercatat sebagai pertempuran paling besar dalam sejarah revolusi Indonesia. Bagaimana tidak, republik yang baru berumur jagung menghadapi hegemoni asing yang telah mapan dari segi persenjataan maupun personil militer. Tentara RI yang waktu itu lulusan PETA, Heiho, dan barisan lain berjibaku melawan tentara Inggris yang telah berpengalaman memenangi World War II. Pertempuran 10 November dipicu oleh tewasnya komandan pasukan Inggris yakni Brigjen Mallaby. Inggris pun meradang dam mengultimatum bangsa Indonesia untuk menyerahkan diri dan meletakkan senjata paling lambat pukul 6.00 pagi tanggal 10 November. Bangsa Indonesia tentunya menolak hal ini. Konsekuensinya, Surabaya pun digempur habis-habisan pasukan Sekutu. Korban pun berjatuhan di pihak Indonesia. Inggris pun mengira perlawanan bangsa ini akan...

INDONESIA BISA...

Tak terasa 4 hari lagi Indonesia menggelar hajatan olahraga se Asia Tenggara. Hajatan yang bertajuk SEA GAMES tersebut rencananya akan digelar di 2 kota, Jakarta dan Palembang. Tentunya sebagai anak bangsa saya mendukung perjuangan kontingen merah putih untuk merebut predikat juara umum. Sebuah gelar prestisius yang tidak pernah lagi kita raih semenjak tahun 1997. Mengingat posisi Indonesia sebagai tuan rumah, gelar tersebut selayaknya bisa terealisasikan. Sebanyak 1.059 atlet siap untuk meraih prestasi tertinggi. Mereka ditargetkan untuk meraih sedikitnya 155 medali emas dari 542 medali emas yang diperebutkan. Jumlah itu tentunya meroket dari capaian SEA GAMES 2009 yang memperoleh 43 medali emas. Pencapaian tersebut harus didukung dengan kerja keras dari berbagai pihak. Menpora menjanjikan bonus 200 juta untuk peraih emas, 50 juta untuk perak dan 30 juta untuk peraih perunggu. Untuk merealisasikan target tersebut, Indonesia harus memaksimalkan cabor-cabor yang menjadi pendulang medali...

BANGUN PEMUDA INDONESIA !!!

Mentari pagi sudah membumbung tinggi Bangunlah putra-putri Ibu Pertiwi Mari mandi dan gosok gigi Setelah itu kita berjanji Tadi pagi esok hari atau lusa nanti Teks diatas adalah sepenggal lirik lagu dari Iwan Fals dalam lagunya yang berjudul ''Bangunlah Putra Putri Pertiwi''. Para pemuda harus bangun dari tidur panjangnya. Tidur panjang yang membuat mereka terbuai mimpi-mimpi indah. Terlelap dalam buaian dunia yang membuat mereka lupa akan negeri yang saat ini membutuhkan mereka. Sejarah mencatat dengan tinta emas, Pemuda kita mampu mempelopori perubahan di negeri ini. Mulai tahun 1908 ketika para pemuda yang yang bersekolah di STOVIA mendirikan organisasi Budi Utomo. Organisasi tersebut dianggap sebagai organisasi pertama yang bersifat nasional dan hari lahir Budi Utomo ditetapkan sebagai Hari Kebangkitan Nasional. Lanjut ke tahun 1928, 1945, 1966, sampai dengan tahun 1998. Di tahun 1998 para pemuda berkumpul dan bersatu untuk melengserkan presi...

SOSIAL. IS. ME

Gambar
Tulisan ini bukan dibuat untuk mendiskreditkan pihak tertentu. Namun tulisan ini dibuat untuk menggugat " vonis " dari sebagian orang yang men"stempel" IPA lebih baik dari IPS. Kenapa??? Karena IPA dan IPS tidak ada yang lebih tinggi. Posisi mereka adalah sederajat (nek bahasa sosiologine DIFERENSIASI). Kedua jurusan itu diciptakan untuk saling melengkapi. Tapi, kenapa kami memilih jurusan IPS. begini ceritanya... Selain karena kahanan, milih IPS juga sudah dipertimbangkan dengan masak-masak. Ketika menyelesaikan kelas 10 dengan penuh lika-liku, saya akhirnya mendarat dengan hormat di kelas IPS. Saya menyadari bahwa utek saya ra nyandak nek mlebu kelas IPA. Saya sangat asing dengan teori Dalton lah, Teori Boyle, atau Hukum Newton. Bahkan teman saya menganggap buku-buku Fisika adalah buku yang laknat. Mbuh maksude opo? Selama kelas 10, remidi pelajaran yang berbau IPA bukan hal yang asing bagi saya. Saking seringnya nganti disebut "panitia remidi". Kalau ki...