Postingan

Yang Tinggi Menjulang di Depan Gawang

Gambar
Dalam permainan sepakbola, seorang penyerang dituntut untuk menghasilkan gol agar timnya dapat meraih kemenangan. Gol bisa hadir dari berbagai cara, entah itu kaki kanan, kiri, atau kepala. Maka tak jarang klub sepakbola merekrut seorang penyerang berpostur jangkung agar dapat memanfaatkan kelebihan tinggi mereka untuk berduel di depan kotak penalti. Berikut ini merupakan beberapa penyerang yang memiliki postur tinggi baik yang masih aktif bermain atau yang sudah pensiun. Jan Koller Memiliki tinggi 202 cm, Koller dikenal sebagai salah satu raja udara. Sosok yang kini berumur 43 tahun ini cukup tersohor ketika memperkuat Borrusia Dortmund. Di klub berkostum kuning hitam tersebut, Koller merumput selama 5 musim dimulai tahun 2001. Sumbangannya berupa 79 gol dan 31 assist dari 184 penampilan dan 1 gelar Liga Jerman di musim 2001/2002. Di timnas Ceko, Koller juga sangat diandalkan. Ia bermain sebanyak 91 kali dan berartisipasi dalam gelaran Euro 2000, 2004, dan 2008 s...

Yang Bersaudara di Lapangan Sepakbola

Gambar
Sepakbola seringkali menghadirkan hal-hal menarik yang sayang untuk dilewatkan. Salah satunya adalah ketika mereka yang masih memiliki hubungan darah, sama-sama berkarir sebagai seniman lapangan hijau. Tidak hanya di luar lapangan, keakraban mereka juga terjalin kala membela kesebelasan. Tak jarang mereka membela klub yang sama ketika mengawali karirnya. Berikut merupakan 3 contoh pesepakbola yang notabene masih punya hubungan darah. Ronald Koeman dan Erwin Koeman Koeman bersaudara adalah contoh pertama. Saat ini kita lebih mengenal Ronald karena berkarir sebagai juru taktik Belanda. Kebersamaan Koeman bersaudara terlihat saat Ronald menangani Everton . Di klub Merseyside ini, Ronald turut mengajak sang kakak sebagai bagian dari staf kepelatihannya. Meskipun bersaudara, posisi yang mereka tempati tidaklah sama. Ronald adalah bek sedangkan Erwin merupakan gelandang . Erwin yang lebih tua menghabiskan semua karirnya di negeri kincir angin. Pria yang kini berusia 55 tahu...

Senja Tabloid Olahraga

Tidak ada yang berubah kecuali perubahan itu sendiri. Kalimat diatas sering kita dengar. Mengajarkan bahwa perubahan merupakan hal yang selalu ada dalam hidup. Dan perubahan akan menggerus mereka yang tidak siap menghadapinya. Seperti kata mbah Darwin dalam teorinya, yang tidak siap akan punah dan yang mampu bertahan adalah mereka yang mampu beradaptasi. Fenomena diatas nampaknya juga berlaku di industri media cetak Indonesia. Sungguh hal menyedihkan bagi saya ketika mendengar harian Olahraga Bola terpaksa pamit dan undur diri dari hadapan pembaca setia pada 31 Oktober 2015. Rugi cetak yang dialami oleh harian yang terbit pada 7 Juni 2013 ini memaksanya untuk kembali pada edisi mingguan. Kabar tak sedap lain menghampiri. 31 karyawan BOLA terpaksa diPHK sebagai akibat dari rasionalisasi yang dijalankan oleh manajemen BOLA. Ada yang menerima, ada juga yang terus berjuang untuk mempertahankan haknya. Sebelum BOLA meniup peluit panjangnya, Tabloid Soccer yang juga satu payung de...

Menggenang Kenangan Pektra (Bag 2)

Soedah setahoen berlaloe saat Pektra kedoea diikuti oleh kawan 2 . Setahoen tentoe boekan waktoe jang singkat. Wadjah 2 bingoeng khas semester satoe hilang. Mereka nampak lebih jakin dengan kegiatan perkoeliahan. Soedah terbiasa dengan proses pengisian KRS, soedah akrab dengan IPK, dan tidak tjanggoeng lagi ketika perwalian dengan pembimbing akademik. Bangkoe koeliah djuga dianggap koerang menantang. Mereka mentjoba dengan kesiboekan di loear. Sekadar mengisi waktoe loeang, bisa djuga oentoek tjari pengalaman. Beberapa organisasi diikoeti, berbagai kepanitiaan dimasoeki. Ketika koeliah berakhir, masing 2 akan keloear dengan setoempoek persoalan organisasi masing 2 . Seperti biasa, waktoe akan berdjalan sangat tjepat. Hingga akhirnja kita berdjumpa lagi dalam atjara pektra. Namoen sebeloemnja, ada satoe momen lagi jang perlu diingat kawan 2 kelas. 3 Oktober 2014. Sedjatinja, peringatan berlangsoeng pada tanggal 2 Oktober. Masjarakat mengenalnja dengan Hari Batik. 2 ...

Menggenang Kenangan Pektra (bag 1)

Adalah momen pektra 7 November kemarin yang mengajariku bahwa waktu berjalan begitu cepat, bahkan terlalu cepat. Saking cepatnya, kita lupa untuk memunguti setiap momen yang telah berlalu. Rentetan peristiwa masa muda, catatan sejarah masa kuliah. Hari demi hari berlalu tanpa permisi, minggu ke minggu menuju bedug UAS yang bertalu-talu. Sebelum kita menjadi tua dan pelupa, ada baiknya untuk sekilas memutar masa.   Lorong waktu akan membawamu pada 2 tahun lalu. 2 September 2013 Senin Pagi, Dasar-Dasar Akuntansi Hari ini adalah langkah pertama, ketika pemuda-pemudi usia tanggung yang masih puber dan sering galau (kecuali satu orang :p) mulai menempuh pendidikan tingginya. Mereka berasal dari berbagai daerah, meninggalkan orang tua dan mungkin cinta sekolah rendah/menengah, untuk melebur dalam komunitas baru bernama PEB 2013. Suasana kikuk dan bingung khas mahasiswa semester pertama terasa begitu jelas. Rasa penasaran tentang proses kuliah, menjadi pertanyaan seisi kela...

Cerita Penjor

Gambar
Penjor di malam hari. sumber gambar pewartayogya.com Melintasi Kota Yogyakarta dalam beberapa hari ini, ada nuansa yang berbeda. Bukan soal banyaknya hotel yang dibangun walaupun ada beberapa yang belum jelas izinnya. Bukan pula tentang kemacetan yang semakin hari semakin ruwet dan mendesak dicarikan solusinya. Nuansa tersebut bercerita tentang cara, ketika Yogya menyambut hari jadinya. Sebuah peneguhan bahwa kota ini memang istimewa. 259 tahun adalah usia kota ini. Tidak lupa kita haturkan doa pada para pendiri. Dalam menyambut hari jadi, diadakan berbagai kegiatan. Bermakna perayaan, sekaligus refleksi. Tidak boleh dilewatkan, dipasang pula penjor di pinggir jalan, baik kanan maupun kiri. Memang kelihatannya sepele, tapi penjor mengajarkan banyak hal. Kadangkala hidup memang seperti penjor. Ia harus berdiri, tegak, berhias, untuk menyambut suatu perayaan. Tidak lupa pula penjor rela menunggu sampai perayaan itu tiba. Sudah siap sedia sebelum dimulainya agenda. Walaup...

SD dan Sepakbola

Entah mengapa, postingan kali ini berbau nostalgia lagi alias kembali ke jaman baheula . Jaman ketika saya dianggap sebagian orang masih “kinyis-kinyis”. Cukup asyik jika kita kembali berputar di masa masih anak-anak, dimana kewajibannya hanyalah bermain. Belajar jarang-jarang, jadi yang diingat cuma main. Salah satu permainan yang sangat digemari bocah SD adalah sepakbola. waktu kecil, saya sempat bercita-cita jadi atlet bal-balan. Karir sepakbola saya cukup lumayan. Buktinya saya sempat bergabung dengan tim sepakbola SD untuk mengikuti porseni tahun 2006. Dengan nomer punggung 3 (terinspirasi dari Jaime Sandoval), saya dipersiapkan sebagai bek dalam ajang tersebut. Latihan demi latihan sempat digelar dan saya sudah dibelikan sepatu baru. Pokoknya siap tanding deh. Dan rencananya, ajang tersebut akan digelar pada Minggu, 28 Mei 2006. Tapi keinginan saya untuk berlaga di ajang porseni tidak kesampaian. H-1 Porseni, kita tahu sendiri ada kejadian  di luar prediksi dan kek...