Postingan

Tentang Mimpi dan Obsesi

Gambar
Judul ini terinspirasi dari konferensi pers idola saya Jose Mourinho di tahun 2010. Kala itu, Mou melatih Inter Milan dan menghadapi Barca di semifinal UCL. Pada satu sesi wawancara pers sehari sebelum match day, Mou ditanya pendapatnya soal bermain di final. Akhirnya keluar pernyataan yang menurut saya dapat dimasukkan dalam quote-quote inspirasional di dunia sepakbola (tentu bagian Gattuso yang sometimes maybe good, sometimes maybe shit juga harus masuk list wkwkwk). Secara lengkap sesi konpers tersebut bisa dilihat di sini Sudah menjadi ciri khas dari pria Portugal itu untuk berperang kata-kata sebelum perang sesungguhnya di atas lapangan hijau. Rumus pernyataan Mou tentu membakar semangat anak asuh sekaligus membakar amarah lawan. Mou bilang jika Inter bermain di final itu akan menjadi mimpi anak asuhnya, tak lupa juga bilang kalau bagi Barca bermain di final merupakan obsesi. Bagi Mou, sebuah mimpi lebih murni dari obsesi. Mou seperti menempatkan anak asuhnya pada situasi...

Catatan Akhir Tahun 2025: Semua Pasti Berlalu

Sudah menjadi kebiasaan (lebih ke kewajiban sih hahaha) jika di akhir tahun saya akan menulis catatan singkat. Sudah beberapa tahun, catatan ini menjadi satu-satunya tulisan yang diupload di blog ini tiap tahunnya. Ya, sebagai pengingat tentang apa yang terjadi di tahun ini. Setidaknya ada arsip saya menulis sejak remaja. Saya juga kadang sok piye dengan tulisan waktu belum punya ktp dulu. Seiring perjalanan waktu, corak tulisan saya seperti berubah. Mungkin sudah terpengaruh ilmu kehidupan dan blantika dunia persilatan hahaha. Oke kembali ke catatan akhir tahun. Judul tulisan ini terinspirasi dari postingan Dr. Zulkieflimansyah mantan gubernur NTB. Memang saya mengidolakan beliau. Selain latar belakangnya yang ekonom, beliau juga concern di dunia pendidikan dengan mendirikan PAUD sampai universitas. Bagi saya pendidikan dan ekonomi ini penting. Ya seperti bahan bakar peradaban lah. Melalui pendidikan kita bisa memperbaiki ekonomi, dengan ekonomi pula kita bisa mengusahakan pendidi...

Catatan Akhir Tahun 2024: La Pausa

Seperti biasa, di ujung pergantian almanak ini tidak afdol jika tidak ditutup dengan sebuah catatan singkat. Sekadar penanda semangat zaman, tentang apa yang terjadi dan akan menjadi nostalgia bagi penulis pada tahun-tahun berikutnya. Hari ini mungkin biasa, tapi 5-10 tahun ke depan bisa jadi tulisan ringan ini meninggalkan kesan. Berbicara mengenai masa depan, tentu sudah banyak ahli maupun futurolog yang memprediksi aneka macam yang akan terjadi di tahun 2025. Segala pembahasan ipoleksosbudhankam (bahasa yang Orba banget yak wkwkwk) sudah bertebaran di media massa. Tentu tak lupa dengan prediksi dari sobat indigo yang ditayangkan di TV-TV. Namun tak ada salahnya untuk menengok kembali ke belakang. Bukan untuk ditangisi tentunya, akan tetapi memberi makna pada perjalanan yang telah lalu. Lebih-lebih disyukuri. Bahwa kenangan indah (atau tidak) yang sudah tutup buku merupakan anugerah dan karunia dari Gusti Allah Ta’ala. Kembali ke catatan akhir tahun. Momen pergantian tahun seri...

Catatan Akhir Tahun: Di Garis Batas

Tiba juga akhirnya. Di ujung penghabisan tahun. Saat tulisan ini diposting, mungkin kita semua sedang dalam masa peralihan. Semua memiliki cara sendiri untuk melewatinya. Ada yang berkumpul dengan kolega, ada pula yang memilih untuk berdiam diri sambil membuat catatan-catatan singkat. Akhir tahun ini memang waktunya untuk mengingat dan berharap. Mengingat yang sudah terjadi, berharap untuk esok hari. Ada sekat antara ingat dan harap. Tentang hal yang sudah terjadi dengan sesuatu yang belum pasti. Saya jadi teringat sebuah bagian dari puisi Chairil dalam Karawang-Bekasi. Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian . Apa yang ditulis Chairil cukup menggambarkan suasana politik pada masa itu. Pada saat itu, pasukan republik terus terdesak dan wilayah yang dikuasai semakin sempit. Namun semangat untuk melawan tidak pernah surut. Para pemuda dengan mimpi-mimpi kemerdekaan ini terus berjaga. Di garis batas 1948/1949, Indonesia juga baru saja kena agresi kedua. Saya jadi terin...

Catatan Akhir Tahun: 2022, Kembali dan Mengingat Mourinho

Suratan nasib dan kuasa Gusti Allah Ta’ala seringkali membawa kita kembali pada tempat yang pernah disinggah. Setelah sekian lama dan jauh melangkah. Ibarat membaca sebuah buku dan sudah sampai bab dua satu, sejenak mundur lagi ke bab tujuh belas. Suatu hal yang kadang tak disangka, namun harus dijalani. Karena satu urusan, saya kembali ke satu tempat yang sering disinggahi sembilan tahun lalu. Seperti tempat lain pada umumnya, ada yang berubah, meskipun pada sudut-sudut tertentu masih tetap. Satu dua memori lama kembali muncul. Bak dua sisi koin, terang dan gelap. Semangat pun bisa naik turun. Sesekali surut, kadang juga meluap. Ada yang mulur , ada juga yang mungkret . Saya jadi ingat dialog idola saya Jose Mourinho saat menceramahi pemainnya. “ Yesterday i was twenty, and today im fifty sixth. Time flies.” Mungkin saya akan tulis dalam postingan lain karena hal tersebut sangat menarik. Yaps, dalam dialog tersebut Mou dengan cerdasnya menggambarkan waktu yang berlalu sangat cepa...

2021: Sebuah Catatan Singkat

Tidak terasa 2021 akan segera berakhir. Pada saat tulisan ini diketik, Indonesia bagian timur sudah menyambut tahun baru. Ketika tulisan ini selesai diketik, Indonesia bagian tengah sudah menandai almanaknya dengan 1 Januari 2022. Barangkali ketika dibaca, Indonesia bagian barat juga sudah mengganti dan membuang kalender 2021. 12 bulan berlalu, 365 hari satu per satu terlewati. Tentu banyak momen dan peristiwa yang terjadi.  Baik susah maupun senang, suka ataupun duka. Seperti halnya lagu Kuldesak: "menangis, tertawa semua tak bisa dihindari". Sebetulnya saya ingin membuat banyak tulisan untuk setiap peristiwa yang terjadi. Atau menyambut momen-momen tertentu. Sayangnya, keinginan tersebut hanya berakhir di draft  Microsoft Word. Atau beberapa malah tersimpan dalam catatan WA. Terarsip dalam potongan-potongan kecil yang siap disambung. Kadangkala saya buka kembali, tapi rasanya tidak ada dorongan untuk melanjutkan. Serasa kurang relevan jika dirajut sekarang. Yah, tulisan wak...

For Ongoing December

Sudah Desember lagi. Bagi saya pribadi, bulan ini menjadi yang paling dinanti. Bulan yang menenangkan, juga menyenangkan. Bulan yang lekat dengan hujan. Hujan bisa datang pergi setiap hari. Membuat basah dan kadangkala timbul resah. Apalagi saat kita di luar rumah, meninggalkan jemuran sementara hujan menyerang haha. Bulan Desember merupakan saat yang tepat, untuk berhenti dan rehat sejenak. Sambil melongok ke belakang, tentang apa yang sudah dijalani dalam sebelas bulan sebelumnya. Seperti biasa, tidak ada yang sempurna. Pasti ada momen gembira, ada juga saat duka lara. Baik susah maupun senang seperti sudah menjadi ketentuan yang dipergilirkan. Jadi semuanya cukup disikapi dengan biasa-biasa saja. Desember tahun lalu masih ingat sekilas, pada tanggal 31 saya sempat mengabadikan langit di daerah Pundong. Langit akhir dekade karena 2019 merupakan penutup dasawarsa sejak 2010. Momen yang baru bisa diulang per 10 tahun. Di bulan Desember saya juga mendapat kalender 2020 dari percetakan...

Melihat Huesca, Mengingat Chairil

Malam minggu beberapa waktu lalu saya melihat klub yang saya suka, Real Madrid melakoni lanjutan laga La Liga. Kali ini mereka menjamu Huesca di stadion Alfredo di Stefano. Sempat kesulitan di awal pertandingan, Los Blancos menutup pertandingan dengan skor 4-1.   Hazard menyumbang sebiji gol, Fede Valverde 1 gol, dan sisanya dibikin the one and only , Lord Karim Benzema. Memang menyenangkan melihat Real Madrid menang. Apalagi permainan klub yang diasuh Zidane ini sering tak pasti. Satu pertandingan main bagus, lalu laga selanjutnya blong. Kadang ciss, kadang amsyong. Pasca pertandingan lawan Huesca, performa tim naik turun. Sampai ada rumor Zidane bakal dipecat. Namun akhirnya Real Madrid berhasil memperbaiki permainan dan terakhir mereka menang 6 kali beruntun. Melihat tim yang tidak stabil sangat tidak sehat bagi kesehatan jantung. Hal seperti ini mengaduk-aduk perasaan para penggemar. Saya tak hendak membahas bagaimana Real Madrid mengalahkan Huesca. Ketika mendengar nama Hu...

Mendengarkan The Trees and The Wild

Gambar
sumber gambar:  https://rtc.ui.ac.id/2016/08/10/album-review-the-trees-the-wild-rasuk/ Beberapa waktu ini saya sering mendengarkan lagu dari The Trees and The Wild (selanjutnya disebut TTATW). Ini bukan band luar, melainkan Indonesia, khususnya Bekasi (kecuali Bekasi masih dianggap masuk planet atau galaksi lain hehe). Saya mengenalnya sekitaran tahun 2016 atau 2017. Pokoknya waktu mengerjakan tugas akhir skripsi yang tak kunjung selesai itu saya mulai mendengarkan band dengan kekuatan lima personil ini. Perkenalan saya dengan band ini tidak sengaja. Awalnya dari Midnight Quickie, sebuah grup yang mengusung aliran musik EDM. Saat berangkat ke kampus, baliho dari Midnight Quickie sering terpampang nyata di pertigaan Kolombo. Dekat kantor polisi itu, hadap ke barat. MQ saat itu masih beranggotakan tiga orang personil, kalau sekarang hanya tinggal dua. Waah menarik ini, begitu pikiran saya waktu itu. Ndilalah vokalis Midnight Quickie juga vokalis TTATW. Berawal dari lihat Youtub...

Memulai Kembali

Akhirnya blog ini kembali update. Jika dirunut, sudah 4,5 tahun saya tidak ngeblog. Lhoh itu 2019 ada 5 unggahan? Sebenarnya postingan tersebut untuk kepentingan lomba menulis yang diadakan marketplace. Yang bintang iklannya Cristiano Ronaldo, yang kata-kata mutiaranya adalah “gratis ongkir”. Menulis untuk lomba dengan menulis untuk bersenang-senang tentu berbeda kenikmatannya. Meskipun menulis untuk lomba juga menyenangkan, apalagi kalau menang hahaha. Jadi kita anggap saja unggahan pada 9 Januari 2016 adalah post terakhir dari blog ini ya. Kembali ke 4,5 tahun lalu. Waktu itu, tulisan terakhir saya meratapi kepergian salah satu harian olahraga di Indonesia. Saat itu Harian Bola memutuskan berhenti terbit dan kembali ke edisi mingguan. Sekarang edisi mingguannya juga sudah kukut . Tepatnya pada 26 Oktober 2018. Semoga saya masih menyimpan edisi tersebut karena seingat saya pernah membelinya. Memang dalam 4,5 tahun banyak perubahan yang terjadi. Waktu itu saya masih mud...

Jangan Lupakan Mereka!!! Intip Local Hero di Balik Kesuksesan 5 Tim Papan Atas Shopee Liga 1

Gambar
Gelaran kompetisi Shopee Liga 1 sudah memasuki fase akhir. Terhitung 27 pekan telah dilalui 18 tim yang saling bersaing berebut poin demi prestasi. Selama 27 pekan tersebut, sudah banyak momen yang dilalui para kontestan. Mereka merasakan bagaimana menang bertukar dengan kalah, main bagus bertukar dengan penampilan buruk, sampai naik turun posisi di papan klasemen. Kerja keras 18 tim yang berlaga di Shopee Liga 1 tergambarkan dalam papan klasemen. Posisi papan atas merupakan wujud dari kegigihan, semangat, disiplin, dan pengorbanan para pemain. Pemain tersebut memberi kontribusi yang besar atas pencapaian klub. Kontribusi tak hanya soal gol, namun juga bisa umpan, tekel, sundulan, hadangan, sampai sapuan bola. Tanpa bermaksud mengecilkan peranan pemain lain, kami telah memilih 5 pemain lokal yang dipandang berjasa mengantarkan klub menempati papan atas. Kami sengaja memilih pemain lokal mengingat kontribusi mereka tidak kalah dari pemain asing. Mereka memiliki peranan yan...

Mengenal Si Fenomenal Ciro Alves

Gambar
Penggemar Shopee Liga 1 tentu tak menyangka dengan capaian PS TIRA-Persikabo di musim ini. Apa yang didapat klub yang bermarkas di Bogor tersebut berbanding terbalik dengan musim lalu. Jika di musim lalu mereka berada di papan bawah dan hampir degradasi, musim ini mereka mampu menempati urutan kedua sampai liga berjalan separuh. Jika ditilik dari materi pemain, tidak banyak yang menyangka tim asuhan Rahmad Darmawan ini mampu mencapai papan atas. Tentu kejeniusan Coach RD perlu mendapat kredit tersendiri. Kepiawaiannya meracik taktik mampu membuat TR-Kabo menjadi tim yang disegani lawan baik saat laga kandang maupun tandang. Sejauh ini TR-Kabo menjadi tim yang paling produktif dengan 42 gol yang sudah dilesakkan ke gawang lawan. Selain coach RD, ada satu nama yang membetot perhatian publik. Ia dikenal memiliki skill tinggi. Gocekannya sering merepotkan pertahanan lawan. Tak jarang, gol dan assist kerap lahir dari sentuhannya. Pemain tersebut adalah Ciro Alves. Ber...

Saat Bale Berdamai dengan Keadaan

Gambar
Membicarakan Gareth Bale memang cukup unik. Pemain asal Wales ini bak memiliki 2 sisi dalam kehidupan sepakbolanya bersama Real Madrid. Pada satu periode waktu, dirinya dipuji sebagai salah satu pilar yang mengantarkan Los Blancos meraih 4 gelar UCL dalam kurun waktu 2014-2018. Tentu kita mengenang gol Bale di Lisbon 2014 dan Kiev 2018. Di sisi lain, dirinya dicap tidak konsisten dan hanya setengah-setengah membela Madrid. Bale pun dituding lebih menyukai golf dibandingkan dengan mengolah kulit bundar di lapangan hijau. Tiba pada musim 2013/2014, kedatangan Bale cukup menuai sensasi. Proses kepindahan pria Wales ini memang cukup alot. Diincar Real Madrid sejak awal tur pramusim, tarik ulur soal harga menjadi penghambat utama dalam transfer Bale. Spurs melalui CEO-nya Daniel Levy mematok harga 100 juta euro untuk sang pemain. Akan tetapi, Presiden El Real, Florentino Perez menilai bahwa harga yang diminta Spurs tidak realistis. Di akhir bursa, Bale pun mendarat ke Ibukota...

Yang Tinggi Menjulang di Depan Gawang

Gambar
Dalam permainan sepakbola, seorang penyerang dituntut untuk menghasilkan gol agar timnya dapat meraih kemenangan. Gol bisa hadir dari berbagai cara, entah itu kaki kanan, kiri, atau kepala. Maka tak jarang klub sepakbola merekrut seorang penyerang berpostur jangkung agar dapat memanfaatkan kelebihan tinggi mereka untuk berduel di depan kotak penalti. Berikut ini merupakan beberapa penyerang yang memiliki postur tinggi baik yang masih aktif bermain atau yang sudah pensiun. Jan Koller Memiliki tinggi 202 cm, Koller dikenal sebagai salah satu raja udara. Sosok yang kini berumur 43 tahun ini cukup tersohor ketika memperkuat Borrusia Dortmund. Di klub berkostum kuning hitam tersebut, Koller merumput selama 5 musim dimulai tahun 2001. Sumbangannya berupa 79 gol dan 31 assist dari 184 penampilan dan 1 gelar Liga Jerman di musim 2001/2002. Di timnas Ceko, Koller juga sangat diandalkan. Ia bermain sebanyak 91 kali dan berartisipasi dalam gelaran Euro 2000, 2004, dan 2008 s...

Yang Bersaudara di Lapangan Sepakbola

Gambar
Sepakbola seringkali menghadirkan hal-hal menarik yang sayang untuk dilewatkan. Salah satunya adalah ketika mereka yang masih memiliki hubungan darah, sama-sama berkarir sebagai seniman lapangan hijau. Tidak hanya di luar lapangan, keakraban mereka juga terjalin kala membela kesebelasan. Tak jarang mereka membela klub yang sama ketika mengawali karirnya. Berikut merupakan 3 contoh pesepakbola yang notabene masih punya hubungan darah. Ronald Koeman dan Erwin Koeman Koeman bersaudara adalah contoh pertama. Saat ini kita lebih mengenal Ronald karena berkarir sebagai juru taktik Belanda. Kebersamaan Koeman bersaudara terlihat saat Ronald menangani Everton . Di klub Merseyside ini, Ronald turut mengajak sang kakak sebagai bagian dari staf kepelatihannya. Meskipun bersaudara, posisi yang mereka tempati tidaklah sama. Ronald adalah bek sedangkan Erwin merupakan gelandang . Erwin yang lebih tua menghabiskan semua karirnya di negeri kincir angin. Pria yang kini berusia 55 tahu...

Senja Tabloid Olahraga

Tidak ada yang berubah kecuali perubahan itu sendiri. Kalimat diatas sering kita dengar. Mengajarkan bahwa perubahan merupakan hal yang selalu ada dalam hidup. Dan perubahan akan menggerus mereka yang tidak siap menghadapinya. Seperti kata mbah Darwin dalam teorinya, yang tidak siap akan punah dan yang mampu bertahan adalah mereka yang mampu beradaptasi. Fenomena diatas nampaknya juga berlaku di industri media cetak Indonesia. Sungguh hal menyedihkan bagi saya ketika mendengar harian Olahraga Bola terpaksa pamit dan undur diri dari hadapan pembaca setia pada 31 Oktober 2015. Rugi cetak yang dialami oleh harian yang terbit pada 7 Juni 2013 ini memaksanya untuk kembali pada edisi mingguan. Kabar tak sedap lain menghampiri. 31 karyawan BOLA terpaksa diPHK sebagai akibat dari rasionalisasi yang dijalankan oleh manajemen BOLA. Ada yang menerima, ada juga yang terus berjuang untuk mempertahankan haknya. Sebelum BOLA meniup peluit panjangnya, Tabloid Soccer yang juga satu payung de...

Menggenang Kenangan Pektra (Bag 2)

Soedah setahoen berlaloe saat Pektra kedoea diikuti oleh kawan 2 . Setahoen tentoe boekan waktoe jang singkat. Wadjah 2 bingoeng khas semester satoe hilang. Mereka nampak lebih jakin dengan kegiatan perkoeliahan. Soedah terbiasa dengan proses pengisian KRS, soedah akrab dengan IPK, dan tidak tjanggoeng lagi ketika perwalian dengan pembimbing akademik. Bangkoe koeliah djuga dianggap koerang menantang. Mereka mentjoba dengan kesiboekan di loear. Sekadar mengisi waktoe loeang, bisa djuga oentoek tjari pengalaman. Beberapa organisasi diikoeti, berbagai kepanitiaan dimasoeki. Ketika koeliah berakhir, masing 2 akan keloear dengan setoempoek persoalan organisasi masing 2 . Seperti biasa, waktoe akan berdjalan sangat tjepat. Hingga akhirnja kita berdjumpa lagi dalam atjara pektra. Namoen sebeloemnja, ada satoe momen lagi jang perlu diingat kawan 2 kelas. 3 Oktober 2014. Sedjatinja, peringatan berlangsoeng pada tanggal 2 Oktober. Masjarakat mengenalnja dengan Hari Batik. 2 ...